Pendidikan
karakter melalui kepramukaan
Pendidikan karekter terdiri dari
dua kalimat, yaitu pendidikan dan karakter. Pendidikan adalah proses pewarisan
budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda untuk peningkatan kualitas
kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang. Sedangkan karakter yaitu
watak, tabiat, akhlak atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil
internalisasi berbagai kebajikan yang dinyakini dan digunakan sebagai
landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. Maka Pendidikan
karater yaitu proses pewarisan budaya pada generasi muda untuk membentuk
kepribadian sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan
bertindak.
Dalam tujuan pendidikan
nasional, pendidikan karakter merupakan gambaran tentang kualitas manusia
Indonesia yang harus dikembangkan oleh satuan pendidikan, serta menjadi dasar
dalam mengembangkan pendidikan karakter bangsa. Pendidikan karakter lebih mudah
diberikan pada usia dini, hal ini akan mudah diterima dan tersimpan dalam
memori anak, akan membawa pengaruh pada perkembangan watak dan pribadi
anak hingga dewasa. Menurut Daniel Golemen dalam bukunya Kecerdasan Ganda
menyebutkan bahwa kecerdasan emosional dan sosial dalam kehidupan dibutuhkan
80%, sedangkan kecerdasan intektual hanya sebesar 20%. Untuk itu pendidikan
karakter akan mudah diberikan melalui jalur pendidikan, salah satunya adalah
pendidikan nonformal. Jadi kecerdasan emosional dan sosial lebih membawa dampak
pada perjalanan hidup bahkan karier anak dikemudian hari. Berbagai media
bisa digunakan untuk pendidikan karakter, salah satunya melalui Kepramukaan.
Sistem
among dilaksanakan dengan menerapkan prinsip kepemimpinan:
a. di depan menjadi teladan;
b. di tengah membangun kemauan; dan
c. di belakang mendorong dan memberikan motivasi kemandirian.
b. di tengah membangun kemauan; dan
c. di belakang mendorong dan memberikan motivasi kemandirian.
Pendidikan kepramukaan dalam Sistem Pendidikan Nasional
termasuk dalam jalur pendidikan nonformal yang diperkaya dengan pendidikan
nilai-nilai gerakan pramuka dalam pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia,
berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur
bangsa, dan memiliki kecakapan hidup.
Gerakan
Pramuka, merupakan sala satu kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki visi, misi,
arah, tujan dan strategi yang jelas. Jenis kegiatan pengembangan pada setiap
satuan sekolah mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi jelas
tertuang dalam Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. Gerakan
Pramuka mendidik kaum muda Indonesia dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan
Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya diserasikan dengan keadaan, kepentingan
dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia agar menjadi manusia Indonesia
yang lebih baik, dan anggota masyarakat Indonesia yang berguna bagi pembangunan
bangsa dan negara.
Oleh
: Hamima Rani
0 komentar:
Posting Komentar